BERAWAL DARI TDA MEMBANGUN BISNIS BERSAMA

Mendengar nama Roti Gembong Kota Raja, pikiran saya langsung membayangkan sosok OM Gembong yang selalu sumringah setiap kali bertemu sapa. Beberapa tahun belakangan saya melihat perkembangan usaha Roti Gembong Kota Raja begitu pesat, hingga outletnya tersebar di Tenggarong, Balikpapan, Samarinda dan kota-kota besar di Indonesia.

Menelisik ke “dapurnya” Roti Gembong Kota Raja yang memiliki slogan “rotinya para raja”, tak disangka ternyata ada empat orang berpengaruh di balik besarnya nama Roti Gembong Kota Raja. Empat orang hebat ini kesemuanya adalah mentor-mentor saya di Komunitas TDA (Tangan Di Atas). Beliau ini guru yang luar biasa bagi saya, mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Wahib Herlambang, Muklas Nasib, Farid Manaf dan Nurkhalis.

Seperti yang diceritakan oleh pak Wahib, yang awalnya mulai dari mengikuti kegiatan-kegiatan di TDA Balikpapan karena ajakan pak Mukhlas, yang saat ini berada di jajaran Majelis Wali Amanah TDA Balikpapan. Dari sinilah yang membuat pak Wahib dan pak Mukhlas lebih sering bertemu. Kebetulan pada tahun 2010 digelar perhelatan besar TDA yaitu Pesta Wirausaha TDA di Jakarta. Maka itu, keduanya bersama-sama hadir dana sekaligus  mencari referensi usaha apa yang cocok dibawa ke Balikpapan. Dan memang ini bukan suatu kebetulan tanpa makna. Dari event Pesta Wirausaha ini, syukur alhamdulillah Allah mengatur takdir keduanya. Dengan banyaknya kegiatan pada Pesta Wirausaha TDA itulah, akhirnya membuka wawasan keduanya untuk menjatuhkan pilihan pada usaha franchise Bakso Lapangan Tembak Senayan, dikarenakan bisnisnya sudah tersusun rapi pola dan sistemnya. Sehingga lebih memudahkan dalam menjalani bisnis, apalagi untuk pengusaha pemula.

Dengan memilih franchise ini, maka dari sinilah awal pak Wahib dan pak Mukhlas bersyirkah. Menyatukan visi, misi dalam menjalankan bisnis baru bersama. Perkembangan usaha ini tidak lepas dari peran TDA di dalamnya, hingga usaha Bakso Lapangan Tembak Senayan membuka beberapa outlet di Balikpapan. Dengan berbagai ilmu bisnis yang diberikan pada Master Mind, Kelompok Mentoring Bisnis dan berbagai kelas bisnis yang diadakan di TDA membuat pengetahuan bisnis dan relasi beliau bertambah,

Setelah franchise Bakso Lapangan Tembak Senayan ini berkembang beberapa outlet dan system bisnis yang baik, maka keduanya mengembangkan usaha baru yaitu Roti Gembong Kota Raja. Pada awal usaha ini, dikerjakan berdua oleh pak Wahib dan pak Mukhlas, yang saat itu juga memegang peran di Bakso Lapangan Tembak Senayan. Namun dengan kesibukan yang cukup padat, ada bagian di manajemen Roti Gembong Kota Raja yang sedikit terbengkalai, yaitu di bagian operasional.

Jajaran BOD Roti Gembong Kota Raja : Farid Manaf, Nurkhalis, Mukhlas Nasif, Wahib Herlambang

Sosok Pak Farid Manaf, yang sekarang menjabat sebagai Kadiv Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Anggota (EPIK) 5.0, sebelumnya sudah dikenal baik oleh pak Wahib dan pak Muklas. Beliau akhirnya bersedia bergabung dengan manajemen Roti Gembong Kota Raja sebagai Operation Manager yang juga memegang peran penting pada pengembangan outlet hingga ke luar pulau Kalimantan. Pribadi yang humble dan menyenangkan, membuat pak Farid yang biasa di panggil OM Gembong berhasil membuat branding Roti Gembong Kota Raja selalu tersenyum.

Ada satu lagi sosok yang tak kalah hebat adalah pak Nurkhalis yang juga Ketua TDA Kutai Kartanegara 5.0 yang juga bergabung dalam manajemen operasional Roti Gembong Kota Raja. Maka lengkaplah sudah kekuatan manajemennya.

Pencapaian Roti Gembong Kota Raja sebagai juara GOFOOD Nasional juga menjadikan Roti Gembong Kota Raja makin dipercaya secara pelayan.

Roti Gembong Kota Raja memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu membangun lima ribu outlet untuk menghidupi seribu masjid, seribu panti asuhan, seribu pondok pesantren dan sepuluh ribu anak yatim di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan ide awal dibangunnya Masjid Alyadul Ulya di Balikpapan. Berawal dari beberapa orang inisiator yang juga para senior TDA Balikpapan, ingin memberikan peninggalan terbaik yang bisa diwariskan kepada generasi penerus di TDA. Masjid ini diharapkan akan menjadi pusat kegiatan TDA seperti akan dibangunnya rumah tahfidz, rumah singgah musafir, pesantren entrepreneur untuk anak-anak yang kurang beruntung yang akan diajarkan berwirausaha yang baik sehingga muncul embrio pengusaha sukses.

 

Proyek Masjid Alyadul Ulya adalah proyek TDA Nasional yang kebetulan berada di kota Balikpapan. Marilah kita berikan sumbangsih tenaga, harta dan pemikiran kita sebagai jejak amal jariah kita yang akan tercatat di yaumil akhir sebagai bekal akhirat kita.

Alhamdulillah, terimaksih banyak kepada seluruh teman-teman TDA dari berbagai daerah juga ikut membantu pembangunan masjid Alyadul Ulya ini. Semoga segala yang tercurahkan akan menjadikan berkah untuk keluarga dan usaha kita semua, aamiin.

Dari pertemuan yang sudah ditakdirkan Allah, dari TDA melahirkan brand usaha baru yang besar dan membuka lapangan kerja bagi banyak orang. Dan saat ini juga saya mengambil peluang kerjasama usaha dengan Roti Gembong Kota Raja, semoga makin barokah, aamiin…

 

 

By YosicaFe – TDA 609 (Bendahara TDA Balikpapan 5.0) #AntologiKedua

Tulisan ini diikutsertakan dalan project antologi Buku TDA ENTREPRENEURSTORY, yang berisi kumpulan kisah sukses 88 Pengusaha TDA

 

 

 

(Visited 57 times, 1 visits today)
Share

One Response to BERAWAL DARI TDA MEMBANGUN BISNIS BERSAMA

  1. Faried Manaf berkata:

    Terima kasih telah mengangkat Roti Gembong Kota Raja.

    Sukses selalu

    Salam dari OM Gembong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *