Rayuan Maut

 

Banyak yang bilang pelanggan adalah raja, tapi bagi saya pelanggan adalah semangat untuk tetap eksis. Lain pelanggan, lain pula ceritanya. Ada yang mengesan kan dan ada yang mengharukan, tapi semua itu harus disyukuri karena dari merekalah Allah mengirimkan rejekiNya.

Kawan bisa jadi lawan.

Saya dulu orangnya bisa dibilang mudah percaya teman. Maksud hati menolong event teman dengan memberikan kesempatan bayar mundur tiket, eh malah hingga sekarang entah kemana rimbanya…ga pernah muncul. Dalam hati saya hanya bisa bilang..SABAAARRR

Ada juga pelanggan lain yang pernah kami masukkan di koran karena luamaaa banget ga bayar uang tiket. Dan ada beberapa kejadian yang membuat perputaran modal kami terhambat….SABAAARR

Waktu itu saya pernah curhat sama temen, kenapa ya usaha yang saya niatin baik kok banyak kendala??? Sedekah juga sudah, trus apa lagi ya???
Temen saya cuma nanya, modal usaha pake uang sendiri atau kredit bank???

Saya ga pake kredit permodalan sih, tapi saya pake KTA……itu mah SAMA AJAAAA!!!

Iya bener, waktu itu saya modalin deposit tiket pake KTA si aBANK lagi….ya Allah ampuni hamba. Asli waktu itu masih belum sadar itu dosa besaaaarrrr.
Meski ada pelanggan-pelanggan baru yang loyal, tapi tidak sedikit UJIAN dalam pengelolaan keuangan jadi kacau balau.

Bak malaikat penolong, si aBANK menawarkan KTA dengan jumlah lebih besar. Dengan jaminan, utang sebelumnya dibayarkan dari pinjaman baru. Dalam keadaan miskin ilmu, saya setujui pertambahan KTA itu. Tiga bulan di awal merasa aman karena masih bisa terbayar, masuk bulan berikutnya omzet mulai turun dan anggaran untuk bayar angsuran jadi ga ada.

Mulai MACET.

Telat sebulan ditelpon DebtColl, telat 3 bulan kata2 DebtColl makin gak sopan dan gak hanya via Telpon, tapi datang ke rumah dengan penampilan garang bagai malaikat pencabut nyawa.

BACA JUGA  UANG, lagi-lagi UANG

Urusan bisnis saya jadi gak keurus, tiap keluar rumah takut ketemu DebtColl itu. Takut update status fb pas lagi seneng. Tiap bulan omset makin turun, daaaaannnnnnnnn….hingga sampai saatnya saya ga mampu bayar gaji karyawan yang saat itu ada 6 orang, singkat cerita saya pakai jurus GESTUN untuk menggaji karyawan saya.

Bulan berikutnya, saya bener-bener ga punya uang untuk menggaji mereka lagi. Rasanya miris dan dalam hati saya nangis liat mereka, gimana nanti jika mereka saya pecat. Merekalah yang telah berjuang bersama saya membangun bisnis ini.

Makasih adik-adik saya

Akhirnya dengan sangat terpaksa dan bikin saya nangis adalah mengundi nama mereka, hingga menyisakan 1 orang saja yang menjadi partner kerja saya…

 

Maaf….

YosicaFe

Saya Yosica Ferinda, ibu dari 3 putri yang shalihah dan 1 putra yang menanti di pintu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.