Wanita Pejuang Keluarga

Siang yang sejuk ini terasa sangat nyaman untuk menelusuri kota Balikpapan yang biasanya panas sekali maupun yang beberapa hari ini sering turun hujan deras.

Sedari pagi HP ini tak henti menerima pesan singkat dan telepon dari beberapa wanita yang bersemangat tinggi. Mereka adalah ibu-ibu yang penuh semangat dan berniat mulia untuk meyebarkan virus sehat dengan organik.

Melihat sosok mereka yang saya temui satu per satu, rasanya saya ingin bersama mereka dalam perjalanan kesuksesannya.

Ibu Leli namanya, saya kenal beliau belum lama. Beliau bercerita betapa perjuangannya untuk menafkahi keluarganya sarat dengan pergolakan batin. Wanita yang berprofesi sebagai guru ini tanpa kenal lelah berani mencoba semua peluang bisnis yang ditawarkan kepadanya. Hampir 80% beliau coba, yang penting ada hasilnya untuk nafkah keluarga. Impiannya tidaklah muluk, beliau hanya ingin membayar hutang-hutangnya, untuk berobat suaminya yang terkena leukimia dan untuk sekolah anak-anaknya.

Tak lama setelah itu datangnya seorang ibu hebat, beliau memiliki yayasan yang peduli anak dan lingkungan yang punya cita-cita mewariskan bumi yang sehat untuk generasi selanjutnya. Bunda Mery, biasa beliau disebut, merasa bahwa awalnya hal yang berhubungan dengan lingkungan ini tidak akan berguna di masa depannya. Hingga saat tangan Tuhan membawa kecintaannya pada lingkungan berguna bagi manusia di sekitarnya.

Cerita-cerita perjuangan dua wanita ini menyadarkan saya betapa sebuah keinginan mulia akan menemukan jalannya. Perjuangan dan doa mereka membuat pertolongan Allah datang. Tak akan ada doa yang sia-sia, hanya soal waktunya kapan akan terwujud.

#30DWC
#Day1

BACA JUGA  Gagal jadi Karyawan Beneran
YosicaFe

Saya Yosica Ferinda, ibu dari 3 putri yang shalihah dan 1 putra yang menanti di pintu surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.